ENTIKONG – Momentum libur Hari Gawai Dayak dan cuti panjang di Sarawak, Malaysia, membawa berkah bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kalimantan Barat.
Ribuan warga Malaysia dilaporkan memadati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, untuk memasuki wilayah Indonesia dan menghabiskan masa liburan mereka di sejumlah destinasi wisata unggulan Kalimantan Barat.
Sejak Sabtu (30/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026), arus kedatangan pelancong asal Sarawak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan di kawasan PLBN Entikong, lebih dari seribu warga Malaysia telah melintasi perbatasan menuju Indonesia.
Mayoritas wisatawan berasal dari Kuching, Serian, Samarahan, dan beberapa wilayah lain di Sarawak.
Kepadatan terlihat sejak pagi hari.
Bus antarnegara, kendaraan pribadi, hingga rombongan keluarga silih berganti memasuki kawasan pemeriksaan imigrasi.
Deretan kendaraan berpelat nomor Malaysia tampak memenuhi area perlintasan dan terus berdatangan sepanjang akhir pekan.
Para wisatawan memanfaatkan libur Gawai Dayak yang berlangsung selama sepekan untuk berkunjung ke berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Kota Pontianak dan Singkawang menjadi tujuan utama karena menawarkan beragam pilihan wisata, pusat perbelanjaan, kuliner khas, serta fasilitas penginapan yang lengkap.
Salah seorang wisatawan asal Kuching yang ditemui media mengaku sengaja memilih Kalimantan Barat sebagai destinasi liburan bersama keluarga karena lokasinya yang dekat dan biaya perjalanan yang relatif murah.
"Saat ini kami sedang menikmati libur Gawai dan cuti panjang selama kurang lebih satu minggu.
Kesempatan ini kami manfaatkan untuk berlibur ke Pontianak, Singkawang, dan beberapa daerah lainnya di Kalimantan Barat," ujarnya.
Menurutnya, selain jarak yang dekat, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama masyarakat Sarawak memilih Indonesia sebagai tujuan wisata.
Nilai tukar Ringgit Malaysia yang cukup kuat terhadap Rupiah membuat biaya perjalanan menjadi lebih hemat.
"Saat ini berwisata ke Indonesia sangat menguntungkan bagi kami.
Nilai tukar Ringgit terhadap Rupiah cukup tinggi, sehingga biaya hotel, makan, transportasi, hingga berbelanja terasa jauh lebih murah dibandingkan berwisata ke beberapa daerah lain," katanya.
Selain keuntungan dari sisi ekonomi, kemudahan akses darat juga menjadi daya tarik tersendiri.
Dari Kuching menuju wilayah Kalimantan Barat hanya membutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan melalui jalur darat yang kini semakin baik dan nyaman.
"Perjalanannya tidak terlalu jauh. Dalam waktu sekitar enam jam kami sudah bisa sampai di Pontianak atau daerah lain di Kalimantan Barat.
Karena itu banyak warga Sarawak memilih menghabiskan liburan di sini," tambahnya.
Meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.
Tingkat hunian hotel diperkirakan meningkat selama masa libur panjang. Begitu pula dengan sektor perdagangan, pusat perbelanjaan, restoran, rumah makan, tempat wisata, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berpotensi mengalami peningkatan omzet.
Pelaku usaha di sejumlah kota tujuan wisata mengaku menyambut baik lonjakan wisatawan lintas batas tersebut.
Kehadiran pelancong dari Malaysia dinilai menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi, terutama pada sektor jasa dan perdagangan.
Sementara itu, pihak terkait di kawasan perbatasan terus melakukan pengawasan dan pelayanan guna memastikan kelancaran arus keluar-masuk pelintas selama periode liburan.
Petugas imigrasi, bea cukai, karantina, dan aparat keamanan tampak bersiaga untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melintasi perbatasan.
Para wisatawan juga mengungkapkan bahwa rencana kepulangan mereka akan disesuaikan dengan agenda perjalanan masing-masing.
Sebagian besar akan kembali ke Sarawak melalui PLBN Entikong, sedangkan sebagian lainnya memilih keluar melalui PLBN Aruk di Kabupaten Sambas sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kuching dan daerah sekitarnya.
Lonjakan kunjungan wisatawan asal Sarawak ini menunjukkan kuatnya hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antara masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Selain menjadi ajang rekreasi, kunjungan lintas batas tersebut juga turut mempererat hubungan masyarakat kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, mulai dari kedekatan geografis, kekayaan kuliner, destinasi wisata yang beragam, hingga nilai tukar mata uang yang menguntungkan, Kalimantan Barat diperkirakan akan terus menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Sarawak setiap kali musim liburan tiba.
(Vj -Tim Red)
0 Komentar