Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Warga Desak DPRD dan Inspektorat Tindaklanjuti Dugaan Proyek Dana Aspirasi Bermasalah di Desa Ketori

Www.bidiksatunusantara.id-
Sanggau,  – Sorotan terhadap proyek pembukaan badan jalan yang bersumber dari dana aspirasi Dewan DPRD Sanggau di Dusun Sabang Sebuh, Desa Ketori, terus berlanjut. Warga kini secara terbuka mendesak DPRD Kabupaten Sanggau, Inspektorat, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan proyek tersebut, Senin (12/1/26). 

Menurut warga, kondisi jalan pasca pengerjaan justru menimbulkan kekhawatiran baru, terutama saat musim hujan. Jalan yang hanya dikupas dan diratakan tanahnya dinilai rawan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

“Kalau hujan, jalan makin licin dan susah dilewati. Kami takut ini malah membahayakan pengguna jalan, bukan memperbaiki,” ujar warga lainnya.

Warga juga menilai tidak adanya papan informasi proyek sebagai bentuk lemahnya keterbukaan publik. Padahal, sesuai aturan, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib mencantumkan plang informasi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Kami tidak tahu berapa anggarannya, siapa pelaksananya, dan berapa lama waktu pengerjaannya. Semua serba tidak jelas,” tambah warga.

Masyarakat Dusun Sabang Sebuh berharap aparat pengawas internal pemerintah daerah dapat segera melakukan audit terhadap proyek tersebut, guna memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran. 

Awak media juga sudah mencoba untuk mengkonfirmasikan kepada dewan yang bersangkutan namun tidak ada tanggapan terhadap awak media. Masyarakat mereka menegaskan bahwa dana aspirasi seharusnya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas program.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun anggota DPRD Sanggau yang disebut sebagai pengusul dana aspirasi belum memberikan keterangan resmi. Warga berharap ada klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan daerah.

Posting Komentar

0 Komentar