Tak terasa, satu bulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Hari ini, Jumat terakhir di bulan yang penuh berkah dan ampunan, kaum Muslimin melaksanakan sholat Jumat terakhir dengan penuh khusyuk dan haru.
Ramadan adalah bulan yang mulia, di mana setiap doa diijabah oleh Allah SWT, dan setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Rasa sedih pun tak terelakkan, karena bulan penuh rahmat ini akan segera meninggalkan kita. Umat Islam di seluruh penjuru dunia merasakan kehilangan yang mendalam.
Menjelang berakhirnya Ramadan, telah diumumkan bahwa Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2026. Sholat Idulfitri akan dilaksanakan di masjid-masjid maupun di lapangan terbuka, dihadiri oleh jutaan umat Muslim yang memenuhi panggilan Allah SWT.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.”
Suasana penuh kebahagiaan dan haru menyelimuti hari kemenangan.
Setelah melaksanakan sholat Idulfitri, umat Muslim saling bersalaman, saling memaafkan, menghapus segala kesalahan yang pernah terjadi.
Dalam momen itu, dosa-dosa diampuni, seolah kembali suci seperti bayi yang baru lahir.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa berakhirnya bulan Ramadan adalah sebuah musibah bagi umat Islam.
Para sahabat pun bertanya mengapa demikian. Rasulullah menjelaskan bahwa karena diangkatnya berbagai amal kebaikan yang telah dicatat selama Ramadan oleh para malaikat atas perintah Allah SWT.
Namun demikian, bergembiralah bagi umat Nabi Muhammad SAW yang telah menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Karena Allah SWT sendiri yang akan memberikan ganjaran pahala bagi mereka yang berpuasa dengan tulus karena-Nya.
Kini Ramadan akan pergi, meninggalkan kenangan penuh berkah dan ampunan. Umat Muslim pun merindukan kehadirannya kembali di tahun yang akan datang.
Semoga Allah SWT memanjangkan umur kita dan mempertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.
(AYEP / VJ)
0 Komentar