Melawi, 4 Mei 2026 – Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Bemban dengan perbatasan Desa Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama warga justru mengalami kerusakan parah hingga disebut “hancur lebur”, memicu kemarahan dan kekecewaan warga terhadap kinerja pemerintah daerah.
Kerusakan jalan tersebut terlihat di sejumlah titik yang dipenuhi lubang besar, genangan lumpur, serta badan jalan yang nyaris tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses menuju fasilitas kesehatan maupun pendidikan.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa perbaikan yang selama ini dilakukan dinilai tidak maksimal. Mereka menyebut pemerintah hanya melakukan perbaikan sementara atau tambal sulam yang tidak bertahan lama.
“Kami sudah sangat kecewa. Setiap diperbaiki, hanya tambal sulam. Tidak lama kemudian rusak lagi. Kami butuh perbaikan total, bukan sekadar janji,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang digunakan setiap hari oleh masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya. Namun, kondisi yang terus memburuk membuat warga harus ekstra hati-hati, bahkan tidak jarang kendaraan mengalami kerusakan atau terjebak di tengah jalan.
Selain itu, warga juga menilai kurangnya perhatian serius dari pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur di wilayah tersebut. Mereka berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara yang terkesan hanya formalitas.
“Kami minta pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan tunggu viral atau ada kejadian baru bertindak. Jalan ini urat nadi kami,” tambah warga lainnya.
Masyarakat Desa Bemban dan sekitarnya kini berharap adanya perencanaan pembangunan yang lebih matang, termasuk peningkatan kualitas jalan secara permanen, seperti pengaspalan atau pengerasan yang sesuai standar. Mereka juga meminta transparansi terkait anggaran perbaikan jalan agar tidak terkesan diabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah Kabupaten Melawi terkait rencana perbaikan menyeluruh atas jalan tersebut.
Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa infrastruktur dasar seperti jalan memiliki peran krusial dalam menunjang kehidupan masyarakat. Tanpa akses yang layak, roda perekonomian dan kesejahteraan warga akan terus terhambat.-(Tim-SD)
0 Komentar