Sanggau, Kalimantan Barat
Diperkirakan lebih dari seribu masyarakat dari Kecamatan Noyan menggelar aksi unjuk rasa di area PT MKS pada Senin (6/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap perusahaan yang dinilai belum memenuhi berbagai tuntutan masyarakat selama ini.
Sejak pagi hari, sekitar pukul 08.30 WIB, massa sudah mulai berkumpul dan melakukan orasi secara bergantian. Suasana semakin memanas ketika para pendemo meneriakkan yel-yel “Tutup MKS”, sebagai simbol tuntutan tegas terhadap perusahaan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, tim wartawan dari berbagai media tiba di lokasi untuk melakukan peliputan, setelah sebelumnya menerima undangan secara lisan dari salah satu pihak terkait. Saat tiba di lokasi, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan bahwa selama ini masyarakat merasa dirugikan dan hak-hak mereka tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan. Mereka menegaskan akan terus bertahan hingga tuntutan mendapat kejelasan.
Aksi yang berlangsung hingga pukul 13.30 WIB tersebut belum menghasilkan kesepakatan antara pihak perusahaan dan masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan dan tekanan moral, massa kemudian melaksanakan ritual adat berupa pemotongan babi, yang menjadi simbol pengikat komitmen dalam perjuangan mereka.
Salah satu tokoh yang dipercaya dalam komunitas adat menyampaikan bahwa jika tuntutan tidak dipenuhi, masyarakat akan melakukan pemagaran terhadap PT MKS, dan tidak akan mengizinkan aktivitas keluar masuk perusahaan.
“Kalau hari ini tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas juru bicara aksi.
Dalam aksi tersebut, aparat keamanan dari Polres Sanggau turut diterjunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. Puluhan personel kepolisian, termasuk tim intelijen, serta dukungan dari Polsek Noyan, Polsek Sekayam, Polsek Entikong, dan Polsek Beduai tampak berjaga di lokasi.
Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga hadir, di antaranya Camat Noyan yang baru menjabat sekitar satu bulan, serta beberapa kepala desa seperti Kepala Desa Noyan, Malenggang, dan desa lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait seperti humas Polres Sanggau, tokoh adat Temenggung Iban, maupun manajemen PT MKS belum memberikan keterangan resmi terkait aksi unjuk rasa tersebut.
Kehadiran pemerintah kecamatan dan para kepala desa diharapkan dapat menjadi jembatan mediasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai dan menguntungkan kedua belah pihak.
(VJ)
0 Komentar