Pontianak – Gangguan serius terjadi pada sistem kelistrikan setelah alat kontrol utama tersambar petir tepat usai perayaan hari besar keagamaan. Akibat insiden tersebut, Panel Control Center (PCC) umum mengalami gangguan total dan tidak dapat beroperasi selama kurang lebih empat hari.
Peristiwa ini diduga terjadi akibat intensitas cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, disertai hujan deras dan sambaran petir dengan frekuensi tinggi. Alat kontrol yang menjadi pusat pengendali distribusi listrik tidak mampu menahan lonjakan arus akibat sambaran petir, sehingga mengalami kerusakan signifikan.
Sejak kejadian itu, aktivitas operasional yang bergantung pada PCC umum menjadi terganggu. Sejumlah layanan publik dan kegiatan masyarakat dilaporkan mengalami hambatan, terutama yang berkaitan dengan suplai listrik dan sistem kontrol otomatis.
Petugas teknis langsung melakukan upaya penanganan darurat begitu kejadian berlangsung. Namun, karena tingkat kerusakan yang cukup parah pada komponen utama alat kontrol, proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Selama empat hari, tim teknisi bekerja intensif melakukan pengecekan, penggantian komponen, serta pengujian ulang sistem agar dapat kembali berfungsi normal.
Seorang petugas di lapangan menyampaikan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian luar, tetapi juga merusak sistem internal perangkat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan.
“Kami harus memastikan semua sistem benar-benar aman sebelum dioperasikan kembali, agar tidak terjadi gangguan lanjutan,” ujarnya.
Hingga saat ini, kondisi PCC umum dilaporkan mulai berangsur pulih setelah dilakukan perbaikan menyeluruh. Meski demikian, pihak terkait tetap melakukan pemantauan intensif guna memastikan stabilitas sistem ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu kejadian serupa. Selain itu, pentingnya pemasangan sistem proteksi petir yang memadai menjadi perhatian agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor alam seperti petir masih menjadi ancaman serius bagi infrastruktur kelistrikan, khususnya pada perangkat kontrol yang sensitif terhadap lonjakan arus listrik.
0 Komentar