Www.meldanewsonline.id-
Sintang, Kalbar – Harga gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, harga elpiji 3 kilogram justru masih dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Temuan di lapangan menunjukkan, harga elpiji melon di sejumlah wilayah Sintang bisa mencapai angka yang tidak wajar.
Kondisi ini jelas membebani masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) setempat angkat bicara dan mengecam keras lemahnya pengawasan distribusi.
Ia menilai ada indikasi kuat permainan di tingkat pengecer hingga distribusi yang menyebabkan harga tidak terkendali.
“Ini bukan lagi persoalan biasa.
Kalau harga elpiji bersubsidi dibiarkan mahal, artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan.
Kami mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait untuk segera turun tangan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dugaan adanya penimbunan serta distribusi yang tidak tepat sasaran.
Elpiji subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, diduga justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan.
“Kalau benar ada oknum yang bermain, ini harus diusut tuntas.
Jangan sampai hak masyarakat kecil dirampas oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
PWRI meminta agar instansi terkait, termasuk dinas perdagangan dan aparat kepolisian, segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan pengecer.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem distribusi juga dinilai mendesak untuk mencegah praktik curang yang merugikan masyarakat.
Masyarakat pun berharap pemerintah tidak tutup mata terhadap persoalan ini.
Ketersediaan dan keterjangkauan elpiji bersubsidi merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pengawasan pemerintah akan semakin menurun. Ungkap Ketua PWRI Sintang Kepada Awak Media-(TMP)

0 Komentar