Sanggau, Kalimantan Barat – Kamis, 13 Mei 2026.
Sebanyak 61 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dari Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, hingga pertengahan bulan Mei 2026 dikabarkan masih belum mendapatkan kepastian jadwal pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, para PMI tersebut sebelumnya masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur resmi PLBN Entikong setelah menjalani proses pemeriksaan dokumen dan kesehatan oleh petugas terkait.
Namun sampai saat ini, sebagian PMI masih menunggu arahan serta proses lanjutan dari pihak berwenang mengenai pemulangan mereka.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah keluarga PMI yang berada di kampung halaman. Mereka berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera memberikan solusi dan kepastian, agar para PMI dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga.
Beberapa PMI dikabarkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sebelumnya bekerja di wilayah Malaysia.
Ada yang terkendala dokumen, masa izin kerja habis, hingga persoalan administrasi lainnya sehingga harus dipulangkan melalui perbatasan Entikong.
Petugas di kawasan PLBN Entikong sendiri tetap melakukan pengawasan dan pendataan terhadap seluruh PMI yang masuk dari Malaysia.
Pemeriksaan kesehatan juga terus diperketat guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan standar yang berlaku.
Masyarakat berharap pemerintah terkait, baik dari BP2MI, Imigrasi, Dinas Sosial, maupun instansi lainnya dapat mempercepat proses penanganan dan pemulangan para PMI tersebut.
Selain itu, perhatian terhadap kondisi kesehatan, kebutuhan logistik, dan tempat penampungan sementara juga diharapkan menjadi prioritas selama menunggu proses selesai.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait jadwal pasti pemulangan 61 PMI tersebut ke daerah asal masing-masing.
Situasi di PLBN Entikong sendiri terpantau masih berjalan normal dengan pengawasan ketat dari aparat dan petugas lintas batas.
Reporter: Media Perbatasan Kalbar-SD.
0 Komentar