ENTIKONG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong kembali membuktikan komitmennya dalam
menghadirkan pelayanan publik yang prima dan inklusif bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Melalui program inovasi unggulan bernama “SPRI Mobile Menyadik”, petugas Imigrasi melakukan
layanan jemput bola dengan mendatangi langsung kediaman pemohon paspor yang tengah
mengalami kendala kesehatan, pada Rabu (25/03).
Layanan responsif ini diberikan kepada Ricky Luhuttuah Simamora, seorang warga yang
berdomisili di Dusun Balai Karangan II. Diketahui, yang bersangkutan saat ini tengah terbaring
sakit akibat terserang tipes yang disertai pembengkakan pada bagian kaki. Kondisi medis
tersebut membuatnya sama sekali tidak memungkinkan untuk melakukan mobilitas dan datang
langsung ke Kantor Imigrasi Entikong.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Muhammad Reza.S.H. menyampaikan,
bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan esensi dari inovasi SPRI Mobile Menyadik. Program ini
dirancang khusus untuk memfasilitasi warga di wilayah kerja Imigrasi Entikong yang berada
dalam kondisi darurat medis atau sakit keras.
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kondisi-kondisi khusus di mana pemohon benar-benar
tidak berdaya secara fisik untuk hadir di kantor. Oleh karena itu, melalui SPRI Mobile Menyadik,
petugas kami yang bergerak menuju rumah pemohon untuk melakukan proses pengambilan
biometrik hingga wawancara di tempat.”
Melalui 'SPRI Mobile Menyadik, kami memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak lagi menjadi
hambatan dalam memperoleh pelayanan publik berkualitas yang setara. Lebih dari sekadar solusi
darurat, langkah responsif ini diharapkan menjadi role model pelayanan di kawasan perbatasan
yang mengedepankan kedekatan instansi dengan masyarakat demi terbangunnya kepercayaan
publik yang kuat, jelasnya.
(Vj)
0 Komentar