Sanggau, Kalimantan Barat
Suasana haru menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Mubin, Desa Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (21/03/2026).
Ratusan jamaah yang diperkirakan mencapai sekitar 700 orang tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari sholat hingga khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Hendri Basirwan.
Dalam khutbahnya yang berlangsung penuh penghayatan, Ustadz Hendri beberapa kali terlihat meneteskan air mata saat menyampaikan pesan mendalam bertema:
“Surgamu di Bawah
Telapak Kaki Ibu”
Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema mengawali khutbah:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd…
Suasana semakin khidmat saat khutbah menyentuh hati para jamaah.
Banyak di antara mereka ikut meneteskan air mata, terbawa suasana haru dan penuh makna di hari kemenangan umat Islam tersebut.
Pesan Utama Khutbah
Dalam isi khutbahnya, Ustadz Hendri menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, khususnya ibu.
Ia mengingatkan bahwa:
“Ibu adalah sosok yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.
Maka tidak pantas seorang anak durhaka kepada ibunya.”
Ia juga menegaskan bahwa ridho Allah SWT sangat bergantung pada ridho orang tua, terutama ibu, yang disebut sebagai “surga nyata” bagi seorang anak di dunia.
Momentum Idul Fitri, lanjutnya, harus dijadikan sebagai ajang introspeksi diri untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua dan sesama manusia, serta kembali ke fitrah sebagai pribadi yang lebih baik.
Penutup
Khutbah Idul Fitri tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah.
Nilai-nilai kasih sayang, pengorbanan, dan kewajiban berbakti kepada ibu menjadi pesan utama yang diharapkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari kemenangan ini bukan hanya tentang kembali suci, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan menghormati orang tua sebagai jalan menuju ridho Allah SWT.
(AYEP / VJ)
0 Komentar