SINGKAWANG – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dikeluhkan oleh warga Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami lonjakan antrean kendaraan, bahkan beberapa di antaranya harus memasang papan pemberitahuan bertuliskan "Pertalite Habis".
Salah satu titik yang paling terdampak adalah SPBU di Jalan Ali Anyang (64.791.02), Singkawang.
Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memanjang hingga memakan bahu jalan.
Kondisi ini memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar area tersebut.
Suara dari Lapangan, seorang pengendara motor yang ditemui di lokasi mengaku sudah berkeliling ke tiga SPBU berbeda sejak subuh, namun hasilnya nihil.
"Tadi dari SPBU di daerah kota juga kosong, pas ke Jalan Ali Anyang antreannya sudah panjang sekali. Kalau tidak ikut antre sekarang, takutnya sore nanti benar-benar habis semua," keluhnya.
Penyebab dan Dampak
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti tersendatnya pasokan. Namun, beberapa faktor diduga menjadi pemicu, di antaranya:
Keterlambatan Distribusi: Adanya kendala logistik dari depo pengisian menuju wilayah Singkawang.
Peningkatan Konsumsi: Lonjakan aktivitas warga yang tidak dibarengi dengan penambahan kuota harian.
Panic Buying: Sebagian warga mulai melakukan pengisian berlebih karena khawatir stok akan kosong total dalam waktu lama.
Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada para pengemudi ojek daring dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM subsidi ini. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera turun tangan untuk menormalisasi pasokan agar aktivitas ekonomi di Kota Singkawang tidak semakin terganggu.
Reporter: Heriyansyah, A. pi.
0 Komentar