Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Sinergi Pusat dan Daerah, Sanggau Perkuat Komando Penanganan Batingsor 2026

Www.bidiksatunusantara.id-
Sanggau, Polda Kalbar - Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Kejadian Bencana Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan respons terpadu menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Sanggau.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Musyawarah Daranante Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI Drs. Pangarso Suryotomo, MMB, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Plt. Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Budi Darmawan, S.TP., M.M., Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., unsur TNI, Polri, BNPB, perangkat daerah, serta perwakilan OPD dan staf BPBD Kabupaten Sanggau.

Rapat diawali dengan penyampaian laporan penanggulangan bencana oleh Kepala BPBD Kabupaten Sanggau yang menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan penanganan bencana mengacu pada Keputusan Bupati Sanggau Nomor 27/BPBD/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor Tahun 2026.

Dalam paparannya disampaikan bahwa tingginya intensitas curah hujan telah menyebabkan luapan Sungai Sekayam yang mengakibatkan banjir meluas dan menimbulkan dampak signifikan terhadap pemukiman warga, fasilitas umum, serta akses transportasi strategis di wilayah Kabupaten Sanggau.

Ketinggian air yang mencapai 1 hingga 3 meter memaksa ribuan warga mengungsi dan menghentikan sementara aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat, termasuk terganggunya akses jalan utama menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

BPBD mencatat wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Entikong, Sekayam, Beduai, dan Kembayan. Di Kecamatan Entikong, banjir merendam Desa Entikong dengan jumlah terdampak sebanyak 425 kepala keluarga atau 1.748 jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Sekayam, Desa Balai Karangan tercatat sebanyak 500 kepala keluarga atau 2.045 jiwa terdampak. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Beduai yang meliputi Desa Kasromego dan Desa Bereng Bekawat dengan ratusan kepala keluarga terdampak banjir.

Di Kecamatan Kembayan, banjir merendam sejumlah desa dan dusun, di antaranya Desa Kuala Dua, Sebungkuh, Tanjung Merpati, dan Mobui, dengan total korban terdampak mencapai ribuan jiwa serta sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, rapat koordinasi teknis merumuskan langkah konkret berupa pembentukan dan pengaktifan Komando Satuan Tugas Penanganan Batingsor Kabupaten Sanggau Tahun 2026 guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, terukur, dan terpadu.

Pendekatan pentahelix menjadi landasan utama dalam penanganan bencana dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, media massa, serta partisipasi aktif masyarakat.

Upaya penanganan yang telah dilakukan antara lain peninjauan langsung ke lokasi terdampak oleh jajaran pemerintah daerah bersama unsur Forkopimcam, relawan, dan Tim Reaksi Cepat BPBD, sekaligus penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan kebutuhan mendesak berupa paket sembako, perahu evakuasi, kendaraan operasional lapangan, mobil tangki air, toilet portabel, makanan siap saji, family kit, selimut pengungsi, pelampung keselamatan, drone pemetaan, mesin penjernih air, serta perangkat komunikasi.

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh instansi dan stakeholder dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Ia juga mengingatkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya telah memberikan dampak luas, baik secara material maupun terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih terstruktur.

Sejalan dengan kebijakan nasional dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status siaga darurat yang dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC. Kusuma Wibawa menyampaikan bahwa Polres Sanggau mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam penanganan bencana batingsor tahun 2026.

“Kami dari Polres Sanggau siap mendukung penanganan bencana melalui pengerahan personel dan sarana prasarana yang dimiliki, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran, dengan pola pelibatan berbasis zonasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan Polri difokuskan pada bantuan evakuasi warga terdampak, pengamanan lokasi bencana, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Melalui rapat koordinasi teknis ini, Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan demi melindungi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Posting Komentar

0 Komentar