Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

"JANJI KAPOLDA SORENG DI HADAPAN MASYARAKAT – RATUSAN PONTON PETI MERAJALELA DI SUNGAI PAWAN, OKNUM POLSEK DIDUGA JUAL HAKIMI"


KETAPANG-Www.bidiksatunusantara.id- Ribuan masyarakat dari tiga kecamatan di Kabupaten Ketapang – Tayap, Sandai, dan Hulu Sungai – kini menagih janji Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto yang pernah menegaskan "tidak akan mentolerir PETI". Fakta di lapangan justru menyakitkan: ratusan ponton penambangan emas tanpa izin (PETI) beroperasi secara terang-terangan di aliran Sungai Pawan sudah bertahun-tahun, diduga mendapat perlindungan oknum dari Polsek Sandai, Tayap, dan Hulu Sungai dengan sistem pembayaran yang membuat penegakan hukum hampa.
 
Hasil pantauan tim investigasi menunjukkan, aktivitas PETI di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Pawan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga membawa bencana kesehatan skala nasional bahkan internasional. Air dan ikan di sungai tersebut terkontaminasi merkuri dan senyawa kimia berbahaya, yang menjadi pemicu stunting, kanker, dan penyakit kronis lainnya. Sementara itu, masyarakat harus menanggung kerugian materiil dan non-materiil yang terus berkepanjangan, serta terhambatnya pembangunan daerah.
 
"Kami tidak ingin lagi melihat lingkungan kita hancur hanya karena oknum tertentu mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal ini," ujar salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polda Kalbar, Kejari Ketapang, dan Kejati Kalbar untuk segera mengamankan pemodal, penyokong dana, dan pengepul hasil tambang, serta menghentikan seluruh operasi PETI tanpa kompromi.
 
Padahal akhir tahun 2025, Kapolda Kalbar telah dengan tegas menyatakan "penegakan hukum harus tegas dan tidak pandang bulu", termasuk terhadap oknum anggota Polri yang terlibat sebagai pelindung. Namun pernyataan tersebut kini terasa seperti omong kosong di tengah maraknya aktivitas PETI yang bahkan semakin meluas di sepanjang aliran Sungai Pawan.
 
Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada masa kini, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda di wilayah tersebut. Masyarakat menginginkan tindakan nyata, bukan omongan kosong yang hanya diucapkan saat acara pers.
 
Reporter: DC
Editor: Tim Investigasi 
Krimsus86.com
Publikasi Pimred Lepinus LT

Posting Komentar

0 Komentar