PONTIANAK, H62 INFO — Langkah inovatif Kapolsek Pontianak Timur, AKP Suryadi, S.H., M.A.P., bersama jajaran personel dan masyarakat mendapat apresiasi.
Lahan yang sebelumnya tidak produktif dan dipenuhi semak belukar kini disulap menjadi kolam ikan dan lahan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi ekonomi dari lahan yang sebelumnya terbengkalai.
Tidak hanya membersihkan lahan, jajaran Polsek Pontianak Timur juga mengarahkannya menjadi kawasan yang memiliki nilai manfaat.
Keberadaan kolam ikan dan lahan produktif diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekitar.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua GWI (Gabungan Wartawan Indonesia) Kalimantan Barat, M.S. Mulyadi.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan Kapolsek Pontianak Timur merupakan kegiatan positif yang layak menjadi contoh bagi jajaran kepolisian lainnya.
“Apa yang dilakukan Kapolsek Pontianak Timur ini sangat positif.
Lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa diubah menjadi kolam ikan dan lahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan dan ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar M.S. Mulyadi.
Ia menilai, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur merupakan contoh sederhana namun memiliki dampak positif apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat.
“Model seperti ini bisa menjadi percontohan bagi Polsek lainnya, terutama dalam mengembangkan program yang sederhana tetapi memiliki manfaat langsung bagi warga.
Tidak harus selalu dengan anggaran besar, yang penting ada inovasi, kepedulian dan kemauan untuk menggerakkan masyarakat,” tambahnya.
M.S. Mulyadi berharap pemanfaatan lahan tersebut tidak berhenti pada tahap pembersihan dan pembuatan kolam, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan.
Kolam ikan maupun lahan produktif tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara bersama-sama.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam merawat dan mengembangkan lahan tersebut menjadi faktor penting agar program dapat berjalan dalam jangka panjang.
Dengan adanya rasa memiliki dari warga, lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat berubah menjadi aset lingkungan yang memberikan manfaat bersama.
Langkah Kapolsek Pontianak Timur tersebut juga menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendorong berbagai kegiatan positif yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Apabila dikelola secara konsisten, pemanfaatan lahan tidur menjadi kolam ikan dan lahan produktif dapat menjadi salah satu contoh Polisi Presisi yang humanis, yakni menghadirkan kepolisian secara langsung melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Inovasi sederhana tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa lahan yang selama ini dianggap tidak memiliki manfaat masih dapat diubah menjadi sumber produktivitas apabila dikelola dengan kepedulian, kreativitas dan semangat gotong royong.
(Bsg)