Kabut Tebal Masih Menyelimuti Kabupaten Sintang, Warga Diminta Waspada Ancaman Karhutla

BSN
Tuesday, September 1, 2026
RUANG IKLAN ATAS ARTIKEL 728x90
SINTANG, KALIMANTAN BARAT - www.bidiksatunusantara.id— Situasi udara di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang masih diselimuti kabut tebal. 

Kondisi tersebut terlihat terutama pada pagi hari, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap serta potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kabut yang menyelimuti wilayah Sintang menjadi perhatian masyarakat karena kondisi musim kemarau yang masih berlangsung dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Lahan yang kering, ditambah cuaca panas dan minimnya curah hujan, membuat potensi munculnya titik api masih perlu diwaspadai.

Kondisi udara yang berkabut juga dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Pengendara kendaraan bermotor diimbau lebih berhati-hati, terutama pada pagi hari ketika kabut terlihat lebih tebal. Mengurangi kecepatan kendaraan dan menyalakan lampu saat jarak pandang terbatas menjadi langkah penting untuk menghindari kecelakaan.

Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, kabut asap juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan.

Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya apabila udara mulai terasa berasap atau jarak pandang semakin terbatas.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.

Pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi menimbulkan api yang sulit dikendalikan, terlebih dalam kondisi lahan yang kering dan angin yang dapat menyebabkan api dengan cepat merambat ke area lainnya.

Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan, warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Petugas di lapangan juga diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran, terutama kawasan perkebunan, lahan gambut, semak belukar, dan area yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran.

Masyarakat Kabupaten Sintang diharapkan tetap waspada namun tidak panik. Menjaga kesehatan, berhati-hati saat berkendara, tidak membakar lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran merupakan langkah bersama untuk menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan potensi Karhutla di Kabupaten Sintang dapat ditekan sehingga kondisi udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman.
RUANG IKLAN BAWAH ARTIKEL 728x90
BSN
Redaksi Bidik Satu Nusantara

Tim jurnalisme profesional Bidik Satu Nusantara yang menyajikan informasi terkini, independen, dan terpercaya untuk Anda.

Search This Blog

Blog Archive