SEKAYAM, SANGGAU — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Satuan Tugas (Satgas) melalui Pok I secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya warga yang melakukan aktivitas pembukaan lahan di wilayah Kecamatan Sekayam, Beduai dan Entikong.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang dapat menyebabkan lahan dan vegetasi menjadi lebih mudah terbakar.
Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya titik api akibat aktivitas pembukaan lahan.
Pada Selasa, 8 September 2026, Pok I yang dipimpin Kolonel Inf Marzuki, bersama Letkol Marinir Hana Prasetyaji dan Mayor Inf Nur Wahid Tahajuddin, turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan Karhutla kepada masyarakat di Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB tersebut menyasar warga yang melakukan aktivitas pembukaan lahan. Sebanyak 22 warga mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim.
Dalam penyampaian materi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Warga juga diingatkan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah menjalar apabila kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
Selain berdampak terhadap lingkungan, Karhutla juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, mengurangi jarak pandang, menghambat aktivitas warga serta berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih luas apabila kebakaran tidak segera dikendalikan.
Pok I juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Apabila masyarakat menemukan adanya asap, api, maupun indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa, petugas terkait maupun unsur Satgas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Setelah melaksanakan sosialisasi kepada warga Desa Kenaman, kegiatan dilanjutkan pada siang hari dengan menyambangi Kepala Desa beserta perangkat Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB hingga 14.15 WIB tersebut diikuti oleh 7 orang.
Dalam pertemuan tersebut, Pok I kembali menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat dalam melakukan pencegahan Karhutla.
Pemerintah desa diharapkan dapat terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan, khususnya kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar.
Koordinasi antara unsur Satgas dan pemerintah desa juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla.
Dengan adanya komunikasi yang cepat, setiap informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Wilayah Kecamatan Sekayam sendiri merupakan salah satu kawasan yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kondisi geografis dan aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan membuat upaya pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan sosialisasi tidak hanya diarahkan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa. Peran masyarakat menjadi sangat penting karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi sumber informasi awal apabila terjadi kebakaran.
Pok I menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada melakukan pemadaman setelah kebakaran meluas.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga lahan dan tidak menggunakan api secara sembarangan menjadi salah satu kunci utama dalam menekan potensi Karhutla.
Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Kenaman dan Desa Lubuk Sabuk berjalan dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kondisi cuaca saat kegiatan berlangsung terpantau cerah berawan, dan tidak ditemukan kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan serupa rencananya akan kembali dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, di wilayah Kecamatan Sekayam.
Sosialisasi lanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Satgas dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami bahaya Karhutla, tetapi juga ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Kesadaran bersama, pengawasan lingkungan dan respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran diharapkan mampu menjaga wilayah Sekayam dan kawasan perbatasan tetap aman dari ancaman Karhutla.
(Redaksi)