Kemarau Berkepanjangan, Polsek Entikong Bersama Lintas Instansi dan Masyarakat Gelar Sholat Istisqa di PLBN

BSN
Monday, August 31, 2026
RUANG IKLAN ATAS ARTIKEL 728x90
Kalbar -www.bidiksatunusantara.id-
SANGGAU — Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan serta kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat, Polsek Entikong bersama sejumlah instansi vertikal, unsur TNI, aparat keamanan Malaysia, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat melaksanakan Sholat Istisqa di kawasan PLBN Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, sekaligus menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, bertobat serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat Istisqa yang dilaksanakan di kawasan PLBN Entikong tersebut diikuti kurang lebih 300 jamaah. Kehadiran berbagai unsur dari kedua negara menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian dalam menghadapi dampak musim kemarau yang terjadi di wilayah perbatasan.

Diikuti Lintas Instansi Indonesia dan Malaysia
Sejumlah instansi dan unsur yang turut hadir dalam pelaksanaan Sholat Istisqa antara lain personel Polsek Entikong sebanyak 10 personel, Satgas YonArmed 19/Bogani sebanyak 15 personel, serta Koramil 1204-21/Entikong sebanyak 5 personel.

Dari pihak Malaysia juga turut hadir Tentara Diraja Malaysia (TDM) sebanyak 5 personel, Police Malaysia sebanyak 5 personel, serta Customs Malaysia sebanyak 5 personel.Sementara dari unsur pemerintahan dan pelayanan perbatasan Indonesia hadir Imigrasi Indonesia sebanyak 5 personel, Bea dan Cukai sebanyak 5 personel, LKK (Loka Kekarantinaan) sebanyak 4 personel, serta Karantina Indonesia sebanyak 4 personel.

Selain unsur instansi tersebut, kegiatan juga dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
Kehadiran lintas instansi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya menjadi perhatian satu pihak, melainkan menjadi kepedulian bersama.

Terlebih kawasan Entikong merupakan wilayah perbatasan yang aktivitas masyarakatnya memiliki hubungan erat dengan kondisi lingkungan dan alam sekitar.Dipimpin Imam dan Khotib
Pelaksanaan Sholat Istisqa dipimpin langsung oleh Ustaz Abidinsyah, S.Pd. selaku imam. Sementara Ustaz Muklasin, M.Pd. bertindak sebagai khotib.

Dalam penyampaiannya, imam mengingatkan jamaah bahwa Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi musim kemarau panjang dan kekeringan.

Pelaksanaan ibadah tersebut merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan.

Musim kemarau yang terjadi tahun ini telah memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan. Kekeringan juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sehingga diperlukan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Imam mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga melakukan introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa musibah kekeringan yang terjadi dapat menjadi momentum bagi umat untuk melakukan evaluasi terhadap perilaku dan perbuatan yang selama ini dilakukan.

Jamaah diajak untuk meninggalkan berbagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama, memperbanyak amal kebaikan, serta senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT.

Ajakan Bertobat dan Memperbanyak Istighfar
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, menghentikan perbuatan maksiat dan menjauhi kezaliman.

Imam juga menyampaikan anjuran agar umat Islam melakukan puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Sholat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar dan persiapan spiritual.

Pesan tersebut disampaikan agar masyarakat tidak hanya memandang kekeringan sebagai persoalan alam semata, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat Istisqa pada hakikatnya merupakan bentuk kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta.

Manusia menyadari bahwa air hujan merupakan rahmat Allah SWT dan kehidupan seluruh makhluk sangat bergantung terhadap ketersediaan air.

Momentum Mempererat Kebersamaan di Perbatasan
Pelaksanaan Sholat Istisqa di PLBN Entikong juga memiliki makna penting karena diikuti oleh berbagai unsur dari Indonesia dan Malaysia.

Kehadiran TNI, Polri, instansi vertikal, aparat keamanan Malaysia, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat dalam satu kegiatan menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan persaudaraan di kawasan perbatasan.

Meskipun berada di wilayah negara yang berbeda, masyarakat dan aparat di kawasan perbatasan menghadapi persoalan lingkungan yang sama. Kekeringan dan dampaknya tidak mengenal batas wilayah, sehingga kepedulian dan kerja sama menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan.
Selain sebagai sarana memohon hujan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarinstansi dan masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.

Memohon Hujan dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Tujuan utama dilaksanakannya Sholat Istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan.

Namun lebih dari itu, Sholat Istisqa juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengembalikan hati kepada-Nya, memperbanyak doa dan istighfar, serta menyadari bahwa hanya Allah SWT yang mengatur langit dan bumi.

Melalui pelaksanaan ibadah tersebut, masyarakat diingatkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan dan tidak lupa menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Kondisi kekeringan juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Berjalan Aman dan Kondusif
Seluruh rangkaian kegiatan Sholat Istisqa di PLBN Entikong berlangsung dengan tertib dan lancar. Kegiatan selesai sekitar pukul 08.30 WIB.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, kondusif dan terkendali.

Kebersamaan dalam pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Entikong untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Doa dan ikhtiar bersama di kawasan perbatasan itu menjadi harapan agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, lingkungan kembali mendapatkan sumber air yang cukup, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Di tengah kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla, doa tersebut juga diiringi dengan harapan agar seluruh pihak senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan untuk menjaga wilayah perbatasan serta lingkungan sekitarnya.

Sanggau, Kalimantan Barat — 31 Agustus 2026

Penulis/Editor: Mr Eddy 
RUANG IKLAN BAWAH ARTIKEL 728x90
BSN
Redaksi Bidik Satu Nusantara

Tim jurnalisme profesional Bidik Satu Nusantara yang menyajikan informasi terkini, independen, dan terpercaya untuk Anda.

Search This Blog

Blog Archive