Bersatu dalam Adat, Bersatu untuk Bangsa — Pengukuhan Pengurus DAD DKI Jakarta Periode 2026–2031 Resmi Digelar

BSN
Saturday, August 15, 2026
RUANG IKLAN ATAS ARTIKEL 728x90
JAKARTA UTARA, WWW.BIDIKSATUNUSANTARA.ID — 15 Agustus 2026 — Balai Yos Sudarso Lantai 3, Jakarta Utara, menjadi saksi momentum penting bagi masyarakat Dayak di Ibu Kota. Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi DKI Jakarta Periode 2026–2031 berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Adat, Bersatu untuk Bangsa, Mengabdi bagi Warga Dayak Jakarta dan Indonesia”, yang sejalan dengan prinsip luhur masyarakat Dayak, yakni “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.”
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan, tokoh adat, pengurus organisasi, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan DAD DKI Jakarta sebagai wadah masyarakat Dayak sekaligus mitra dalam menjaga kebersamaan, persatuan, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Ibu Kota.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan prosesi potong umpang yang dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Utara, Henda Hidayat, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta. Prosesi tersebut berlangsung penuh makna sebagai simbol dimulainya kepengurusan DAD DKI Jakarta periode 2026–2031.
Turut hadir perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Herlina, serta jajaran pengurus DAD tingkat pusat dan daerah.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Umum DAD, Tamunan Kiting, S.E., M.M., CPM., CTM.; Sekretaris Umum DAD, Dr. Petrus, S.H., M.H., CTA.; Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. Drs. Martin Billa, M.M.; Sekretaris Jenderal MADN, Drs. Yakobus Kumis, M.H., CM.; Ketua Panitia Pelaksana, Albinus Milu, M.Pd.; serta Nikolas, S.STP., M.Si., yang hadir sebagai perwakilan Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Utara Henda Hidayat memberikan apresiasi terhadap keberadaan DAD DKI Jakarta. 

Menurutnya, lembaga adat memiliki peranan penting bukan hanya dalam menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan serta kerukunan masyarakat.
“Lembaga adat bukan sekadar pelestari budaya, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan antarsuku, dan ketertiban sosial di wilayah kami. Kami berharap pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjaga amanah, memperkuat silaturahmi, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DAD Tamunan Kiting menegaskan pentingnya kesamaan visi dan misi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2031.

Menurutnya, DAD memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur adat Dayak, melestarikan warisan leluhur, serta menjadi wadah bagi masyarakat Dayak yang berada di wilayah DKI Jakarta.

“Kami mengemban tugas untuk menjaga nilai-nilai luhur adat, melestarikan warisan leluhur, serta menjadi wadah aspirasi dan persatuan seluruh warga Dayak yang bermukim di DKI Jakarta. Rapat kerja hari ini menjadi landasan penyusunan program yang nyata, terukur, dan bermanfaat luas,” tegas Tamunan Kiting.

Presiden MADN, Dr. Martin Billa, dalam arahannya juga mengingatkan seluruh jajaran DAD agar senantiasa mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, kebersamaan, dan kemandirian dalam menjalankan organisasi.

Menurutnya, organisasi adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun hubungan harmonis dengan pemerintah dan masyarakat luas. 

Nilai-nilai adat diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial dan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kehadiran perwakilan Kesbangpol DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga adat, dan pemerintah. 

Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ketua Panitia Pelaksana, Albinus Milu, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dan berjalan sesuai dengan rencana. 

Kegiatan diawali dengan prosesi pengukuhan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara, kemudian Rapat Kerja Daerah.

Dalam Rakerda tersebut, para peserta membahas sejumlah program prioritas organisasi, penguatan kelembagaan, pembinaan masyarakat adat, pelestarian budaya, serta strategi membangun kolaborasi dengan berbagai pihak selama lima tahun mendatang.

Selain agenda organisasi, kegiatan juga berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Penampilan tarian daerah Kalimantan turut memeriahkan acara sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Dayak di tengah kehidupan masyarakat metropolitan Jakarta.

Momentum pengukuhan ini diharapkan menjadi awal baru bagi DAD Provinsi DKI Jakarta untuk semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi. Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Semangat “Bersatu dalam Adat, Bersatu untuk Bangsa” menjadi landasan bagi seluruh pengurus untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Dengan berpegang teguh pada falsafah Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, DAD DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi warga Dayak di Ibu Kota sekaligus berperan aktif dalam menjaga keberagaman, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Redaksi Bidik Satu Nusantara)
RUANG IKLAN BAWAH ARTIKEL 728x90
BSN
Redaksi Bidik Satu Nusantara

Tim jurnalisme profesional Bidik Satu Nusantara yang menyajikan informasi terkini, independen, dan terpercaya untuk Anda.

Search This Blog

Blog Archive