BAHU MEMBAHU PADAMKAN KARHUTLA, POLSEK PUTUSSIBAU SELATAN BERSAMA TNI, POLRES DAN BPBD TURUN KE LOKASI

BSN
Sunday, August 30, 2026
RUANG IKLAN ATAS ARTIKEL 728x90
KAPUAS HULU-www.bidiksatunusantara.id —Polres Kapuas Hulu,Polda Kalbar -Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara bersama-sama oleh aparat gabungan di wilayah Dusun Sauwe, Desa Melapi, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Pemadaman dilakukan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, setelah ditemukan adanya kebakaran lahan di kawasan tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Putussibau Selatan, Koramil 1206-06/Putussibau, Yonif TP 927/Uncak Kapuas, anggota piket Polres Kapuas Hulu serta BPBD bergerak bersama untuk mengendalikan kobaran api.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Putussibau Selatan IPTU Ismail turun langsung ke lokasi bersama delapan personel Polsek.

Tim juga mengerahkan dua unit tangki air dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 927 untuk mendukung proses pemadaman.
Di lapangan, personel gabungan tampak bahu membahu mengarahkan selang air menuju titik-titik api yang masih menyala. Pemadaman juga dilakukan terhadap sejumlah bagian lahan yang masih mengeluarkan asap guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Setelah dilakukan penyiraman dan pendinginan secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan padam total. Personel tetap melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Putussibau Selatan IPTU Ismail menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

Pihaknya juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih kondisi cuaca saat ini memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami dari Polsek Putussibau Selatan tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

Kita ketahui bersama, saat ini kita memasuki musim kemarau panjang. Kondisi seperti ini sangat rawan terjadinya Karhutla,” tegas IPTU Ismail.

Menurutnya, dampak Karhutla bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. 

Asap akibat kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Selain itu, kabut asap juga dapat mengganggu kegiatan pendidikan apabila kualitas udara memburuk. Dari sisi kesehatan, paparan asap kebakaran berisiko menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA dan memperburuk kondisi penderita asma.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Putussibau Selatan terus meningkatkan kegiatan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas, melaksanakan patroli rutin serta merespons setiap informasi mengenai munculnya titik api di wilayah hukum Polsek Putussibau Selatan.

Sinergi antara Polri, TNI, BPBD dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah serta menangani Karhutla secara cepat sebelum api meluas.

“Mari bersama-sama kita jaga hutan dan lahan kita dari kebakaran. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan kita semua,” pungkas IPTU Ismail.


Sumber :Humas Polsek Putussibau Selatan
RUANG IKLAN BAWAH ARTIKEL 728x90
BSN
Redaksi Bidik Satu Nusantara

Tim jurnalisme profesional Bidik Satu Nusantara yang menyajikan informasi terkini, independen, dan terpercaya untuk Anda.

Search This Blog

Blog Archive